Senin, 06 Februari 2012

DILEMA + GALAU = MOVE ON !!!

pernah dengar kata dilema? atau pernah dengar kata galau?
gue yakin 100 persen, kalian pernah mendengar kedua kata ini. bahkan mungkin kalian pernah merasakan... minimal satu diantara kedua kata itu - dilema atau galau.

menurut kamus bahasa Indonesia, dilema berarti situasi sulit yang mengharuskan orang menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan; situasi yang sulit dan membingungkan.
sementara galau diartikan sebagai sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran).

nah, dari kedua definisi diatas, gue juga punya definisi sendiri.
dilema, gue artikan sebagai keadaan dimana lo nggak tahu apa yang harus lo pilih. lo dihadapkan pada lebih dari satu pilihan dan lo bingung harus pilih yang mana.

galau sendiri, gue artikan sebagai satu keadaan dimana elo hanya bisa berharap, menanti keajaiban datang. sementara lo tahu bahwa sesuatu yang lo harapkan adalah sesuatu yang sesungguhnya sulit bahkan terkesan mustahil untuk lo dapatkan.

dilema biasanya ditujukan kepada orang-orang yang nggak bisa atau sulit menentukan pilihan. misalnya, lo cewek. orang tua lo nyodorin dua foto cowok cakep. keduanya anak raja, tajir, mapan, cakepnya selangit, baik, dan semua yang lo impikan ada pada kedua orang ini. disaat itu pula lo harus memilih satu diantara keduanya untuk kemudian dijadikan pendamping hidup atau lazimnya disebut suami, karena nggak mungkin lo menikahi kedua-duanya. dan disaat seperti itulah yang dikatakan dilema. lo bingung menentukan pilihan. lo nggak tahu siapa yang harus lo pilih. dalam keadaan seperti ini kebanyakan cewek pasti akan mati-matian minta petunjuk sama Tuhan.

beda lagi dengan galau. galau ditujukan kepada orang-orang yang seperti gue bilang tadi, hanya bisa berharap. seumur hidupnya hanya dihabiskan untuk berharap. kenapa? orang-orang yang galau sebenarnya tahu apa yang dia inginkan tidaklah bisa terwujud tetapi mereka menanamkan dalam hati dan pikiran mereka bahwa apa yang mereka harapkan adalah sesuatu yang bisa mereka dapatkan. nggak peduli kapanpun hal itu akan terwujud.
sebelumnya maaf kalau lagi-lagi gue harus mengambil contoh seorang cewek. gue cewek. dan kebanyakan dari kaum galauers adalah cewek. gue salah satu orang yang (paling) sering galau.
oke, biar adil, gue ngambil contoh diri gue sendiri.
satu tahun delapan bulan yang lalu, gue suka seorang cowok. dia senior gue, dua tahun selisihnya dari usia gue, dia udah gue anggap sebagai kakak gue sendiri, dan fatalnya... gue jatuh cinta sama dia.
ketika semua itu terjadi, jujur gue bingung. gue takut. pikiran gue udah nggak karuan. ibarat anak TK kebelet pipis, pasti udah tercecer kemana-mana. singkat kata, gue tetap mempertahankan perasaan gue sampai satu tahun lima bulan sekalipun gue nggak pernah dapat kepastian apa-apa.

buat cewek-cewek, banggalah kalian menjadi cewek karena cewek adalah makhluk yang paling pandai menyembunyikan perasaan mereka dari seorang cowok yang mereka sukai. itu yang kakak cowok gue bilang.

kembali ke contoh tadi. satu tahun lima bulan gue suka dia. dia tahu kalau gue suka. dan yang lebih menyakitkan lagi adalah ketika gue buka facebook, gue buka profilnya, gue buka infonya dan yang gue lihat adalah dia sedang dalam status berpacaran atau yang lebih kerennya disebut in relationship with blablabla.
lo tahu apa yang gue rasa? langit tuh kayaknya runtuh nimpa gue. malaikat terlalu cepat meniupkan terompet tanda kiamat. seolah besok gue nggak bisa nge-lihat matahari terbit dengan indahnya. hati gue... remuk. ibarat kaca, hati gue udah hancur berkeping-keping karena jatuh dari lantai ke tujuh, tiba-tiba ada mobil truk lewat dan dia gilas hati tadi jadi butiran halus. kebayang nggak gimana cara nyatuinnya?

namun anehnya, gue tetap berharap suatu hari nanti gue bisa jadian sama dia.
karena pengharapan yang terlalu berlebih inilah, akhirnya hampir tiap hari gue "galau". hati kecil gue sebenarnya tahu, kalau gue nggak mungkin bisa bersatu sama dia. tapi entah mengapa, gue selalu membayangkan tiba-tiba dia disamping gue, pegang tangan gue dan berkata, "lo mau nggak jadi pacar gue". inilah galau yang sebenarnya. nggak berhenti berharap. tiap hari berhayal.

sampai akhirnya, gue tiba dipuncak kegalauan gue yang mengarah kepada yang namanya kecewa. gue nge-rasa diri gue dibohongi. simpel masalah yang gue hadapi, tiga bulan terakhir "rasa" gue ke dia mulai terkikis. gue kecewa sama dia yang jelas-jelas udah punya pacar tapi tetap aja menyembunyikan statusnya. kenapa lo nggak berani bicara? lo sembunyikan semuanya dengan dalih "belum saatnya". men, satu setengah tahun lo buat gue menunggu, dan lo menyembunyikan semuanya dari gue. bukan salah lo, salah gue.. iya, semua salah gue. gue habiskan satu setengah tahun gue untuk menunggu sesuatu yang nggak pasti. lo bohongi sesuatu yang paling rapuh di dunia ini, hati.

sejak saat itu gue memutuskan untuk berhenti dari satu hal yang paling identik dengan galau yaitu berharap. gue nggak mau lagi mengharapkan sesuatu yang nggak pasti. hidup gue masih akan terus berlanjut meski gue nggak menghabiskan semuanya sama elo.

cewek-cewek, banggalah menjadi cewek karena sesungguhnya cewek adalah makhluk paling kuat di dunia ini. boleh laki-laki kuat dari segi fisik. tapi wanita, lahir batin mereka kuat. wanita, mencintai tapi tak dicintai... gak masalah, hidup nggak berakhir. wanita yang telah menikah, mengandung sembilan bulan sepuluh hari bahkan terkadang lebih beberapa hari atau cepat beberapa hari, pernahkah lo dengar mereka ngeluh? jarang, men. wanita melahirkan, berjuang antara hidup dan mati. pernahkah lo dengar ada laki-laki yang melahirkan? semoga gak ada.

itulah contoh yang bisa gue berikan. nggak singkat nggak padat malah terkesan curhat. intinya, galau akan terus ada ketika lo nggak berhenti mengharapkan sesuatu yang sebenarnya lo tahu kalau lo nggak bisa dapatkan, tetapi lo terus aja berhayal dan terus aja berharap suatu hari nanti lo kejatuhan duren runtuh.


oh iya, yang paling hebat ketika dilema bergabung dengan galau. hasilnya akan semakin dahsyat. inilah yang sering disebut dengan andilau. antara dilema dan galau. disatu sisi, lo masih terus berharap, tapi disisi lain lo harus segera mengambil sikap, menentukan pilihan. baik buruknya, lo haruskan segera mengambil keputusan.

berdasarkan pengamatan yang gue lakukan selama hampir setahun, kebanyakan orang galau akan berubah menjadi religius. orang-orang galau berubah menjadi insan-insan yang sadar akan keberadaan Tuhannya. terkadang, mereka lupa batasan antara mereka dengan Tuhan. berdoa dimana saja, kapan saja, dan dengan media apa saja. termasuk jejaring sosial.

gue mengamati fenomena ini. sering kali ketika gue buka facebook atau twitter, gue akan dapat status-status yang semuanya berisi doa dan isi hati mereka. gue harus jujur, dulu sewaktu masih sering galau (baca: berharap), gue rajin banget doa di jejaring sosial. nggak tanggung-tanggung, dalam sehari mungkin gue akan berdoa sebanyak 50 sampai 100 kali. tapi sayangnya, semua itu gue lakukan di jejaring sosial.

lama kelamaan gue sadar, betapa bodohnya gue dan orang-orang yang berdoa di jejaring sosial. seyogyanya, doa adalah hubungan antara kamu dan Tuhan-mu. bukan antara kamu dan jejaring sosial-mu. lo pikir Tuhan punya akun jejaring sosial???
sejak saat itu gue berjanji pada diri gue sendiri, gue harus berhenti berdoa di jejaring sosial. keseringan berdoa di jejaring sosial malah semakin membuat orang-orang yang follow gue (twitter) atau yang jadi teman gue (facebook) tahu kalau sebenarnya gue lagi galau.
untuk itu, gue mengajak kalian semua yang sedang galau, dilema atau apalah itu namanya, stop untuk berdoa dijejaring sosial. sekali lagi gue bilang. DOA ADALAH HUBUNGAN ANTARA KAMU DAN TUHAN MU BUKAN ANTARA KAMU DAN JEJARING SOSIAL MU. TUHAN NGGAK PUNYA AKUN JEJARING SOSIAL, JADI BERHENTILAH BERDOA DI JEJARING SOSIAL.

ini yang terakhir... gue punya resep buat lo (siapapun yang baca tulisan ini).
saat lo dilema dan galau, bukan hanya karena cinta tetapi juga karena hal-hal lainnya dalam hidup ini, jangan ragu... lo harus yakinkan diri lo bahwa lo adalah manusia yang kuat. kegalauan lo adalah bukti bahwa sebenarnya lo adalah manusia yang masih punya perasaan. tetapi jangan terlalu menghayati (seperti gue).
dan ketika itu terjadi, mari kita MOVE ON.

lo harus bisa bangkit dari segala keterpurukan yang sedang menimpa lo. hidup tuh nggak hanya untuk hari ini. cowok atau cewek nggak hanya satu di dunia ini, mereka ada banyak. seperti janji Tuhan bahwa setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan, jadi jangan takut, tiap manusia bakal kebagian. tapi gue nggak jamin kalau sampai ada yang jadi korban poligami. manusia punya rejeki-nya masing-masing, jadi jangan takut rejeki lo bakal disambar orang lain. dengan syarat, lo jangan cuma tinggal berleha-leha sambil nunggu bintang jatuh atau nunggu ada malaikat lewat dan lihat lo lagi ongkang-ongkang kaki terus malaikat nya singgah dan bilang, "ini nih, ada rejeki dari Tuhan."

udah saatnya kita MOVE ON!!!
tinggalin semua yang bikin lo andilau (antara dilema dan galau).
kalau lo dilema, lo harus tegas. tentukan pilihan mu. jika masih bingung harus memilih apa, jangan ngeluh sama manusia tapi cobalah meminta petunjuk sama Tuhan. karena satu hal yang gue yakini sampai detik ini, Tuhan maha pengasih lagi maha penyayang. kalau lo minta dengan sungguh-sungguh, insya Allah, Tuhan akan mengabulkan (asal mintanya jangan lewat jejaring sosial).

ingat kawan, sesungguhnya dilema dan galau adalah sesuatu yang wajar. itu menunjukkan kalau manusia sebenarnya nggak bisa hidup sendirian tanpa bimbingan dari Tuhannya dan tanpa dukungan serta perhatian dari orang-orang sekitarnya.

so, jika kalian dilema dan juga galau, maka jalan keluarnya adalah move on. cobalah membangun komunikasi dengan sesama manusia dan utamanya dengan Tuhan.

banyak jalan menuju roma, semua akan indah pada waktunya.
jika ada salah-salah kata, mohon dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.



wassalam,
salam hangat gue... winandia






gue mengikutkan sumber referensi gue, kali aja ada yang nggak percaya yah boleh di klik lah link yang tersedia.
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/galau#ixzz1lcA9gatd
Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/dilema#ixzz1lc9d5AFj
Powered By Blogger